Selasa, 03 September 2019

Syarat Syarat Menjadi TNI Yang Harus Dipenuhi!!


Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) membuka penerimaan calon bintara prajurit karir (PK).

Berikut syarat-syaratnya:

A. Persyaratan umum

1. warga negara indonesia

2. beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

3. setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila Undang Undang
Dasar Republik Indonesia tahun 1945

4. berumur sekurang kurangnya 17 tahun 9 bulan dan setinggi tingginya 22 tahun pada saat pembukaan pendidikan pertama tanggal 1 Oktober 2018

5. tidak memiliki catatan kriminalitas yang dikeluarkan secara tertulis oleh kepolosian republik indonesia

6. sehat jasmani dan rohani serta tidak berkacamata

7. tidak sedang kehilangan hak menjadi prajurit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.


B. Persyaratan lain

1. laki-laki dan /atau permpuan, bukan anggota/ mantan prajurit TNI/polri atau PNS TNI.

2. Berijazah minimal SMA/MA/SMK baik negeri atau swasta yang terakretisi sesuai kebutuhan, dengan persyaratan nilain rata rata sebagai berikut:
a) lulusan SMA/MA/SMKtahun 2013 dan 2014, nilai akhir rata-rata (gabungan nilai ujian nasional dan nilai ujian sekolah )minimal 6
b)lulusan SMA/MA/SMK tahun 2015, nilai ujian nasional rata-rata minimal 55
c)lulusan SMA/MA/SMK tahun 2016, nilai ujian nasional rata-rata minimal 50
d) lulusan SMA/MA/SMK tahun 2017, nilai ujian nasional rata rata minimal 40 ( untuk reguler dan unggulan wilayah di pulau Jawa, pulau Sumatra dan provinsi Bali)
e) lulusan SMA/MA/SMK tahun 2018, nilai ujian nasional rata rata minimal 39(untuk reguler dan unggulan wilayah di pulau Jawa, pulau Sumatra dan provinsi Bali) dan minimal 38 untuk wilayah lainnya.
f) lulusan SMA/MA/SMK tahun 2014 sampai dengan 2018 khusus sumber pulau terdepan/perbatasan/pedalaman,lulusan ujian nasional dan tidak dipersyaratkan nilai rata-rata minimal.

3. memiliki tinggi badan sekurang kurangnya 163 cm untuk laki-laki 157 cm untuk perempuan serta memiliki berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.

4. belum pernah dan sanggup tidak kawin selama dalam pendidikan sampai dengan 2(dua) tahun setelah selesai pendidkan pertama.

5. bersedia menjalani ikatan dinas pertama (IDP) selama 10(sepuluh) tahun

6. bersedia di tempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

7. harus mengikuti pemeriksaan /pengujian yang di selenggarakan oleh panitia penerimaan yang meliputi:
a) caba pk unggulan pria dengan materi
1. administrasi
2. kesehatan
3. jasmani
4. mental ideologi
5. psikologi; dan
6. keahlian jurusan masing masing

b) caba pk pria/wanita reguler dengan materi
1. administrasi
2. kesehatan
3. jasmani
4. mental ideologi
5. psikologi; dan
6. akademik

c. Persyaratan tambahan
1. harus ada surat persetujuan orangtua/wali dan selama proses penerimaan prajurit TNI AD tidak melakukan intervensi terhadap panitia penerimaan maupun penyelenggaraan pendidikan pertama dalam bentuk apapun, kapanpun dan dimanapun.
2. bagi yang memperoleh ijazah dari negara lain atau lembaga pendidikan di luar naungan Kemendikbud, harus mendapat pengesahan dari Kemendikbud.
3. tidak bertato/bekas tato tidak ditindik/bekas tindik, kecuali yang disebabkan oleh ketentuan agama/adat.
4. bagi yang sudah bekerja harus melengkapi persyaratan sebagai berikut:
a) melampirkan surat persetujuan/ijin dari kepala dinas/jawatan/instansi yang bersangkutan; dan
b) bersedia diberhentikan dari status pegawai, bila diterima menjadi Bintara PK TNI AD>
5. melampirkan surat keterangan dari Babinsa setempatdengan diketahui Lurah/Kades asal tempat tinggal.
6. bersedia mematuhi peraturan bebas KKN baik langsung maupun tidak langsung, apabila terbukti secara hukum melanggar sebagaimana yang dimaksud, maka harus bersedia dinyatakan tidak lulus dan atau dikeluarkan dari Dikma, jika pelanggaran tersebut ditemukan di kemudian hari pada saat mengikuti pendidikan pertama.

d. Persyaratan khusus
1. Caba PK pria unggulan dengan kejuruan:
a) Bahasa (Inggris dan Asing lainnya);
b) Broadcast/Multimedia;
c) Teknik Mesin;
d) Teknik elektrok/listrik;
e) Penerbangan;
f) Keagamaan;
g) Komputer; dan
h) Musik.

2. Peserta menunjukkan bukti berupa sertifikat, ijazah, atau tanda bukti keahlian lainnya pada saat pendaftaran.

3. Caba PK reguler. Memenuhi persyaratan Rik/Uji sesuai dengan ketentuan. Khusus untuk wanita diprooritaskan berpenampilan menarik.
Selama proses pendaftaran sampai Rik/ Uji tidak dipungut biaya apapun.

Sumber : https://makassar.terkini.id/syarat-syarat-masuk-tni-ad-harus-dipenuhi-batas-pendaftaran-27-agustus/#

Hal Hal Yang Dilarang Dilakukan TNI Di Media Sosial


Pimpinan TNI AU telah mengeluarkan aturan tentang pengamanan informasi dan penggunaan media sosial di lingkungan TNI AU. Diimbau para personel tidak menggunakan media sosial untuk mengkomunikasikan informasi maupun dokumen dinas.

Para personel TNI AU juga dilarang menggunakan media sosial untuk menjatuhkan, dan menyudutkan pihak-pihak tertentu terkait kedinasan maupun di luar kedinasan.

"Serta tidak menyebarluaskan paham-paham dan opini-opini yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku," kata Komandan Depohar 70 Sulaiman Kolonel Tek Widodo saat membacakan amanat Dankoharmatau (Komandan Komando Pemeliharaan Material TNI AU) Marsda TNI Robert Soter Marut, Jumat (17/6).

Pimpinan TNI AU telah melarang keras prajurit dan PNS TNI AU meng-update dan meng-upload kegiatan-kegiatan TNI, perintah harian pimpinan, kejadian atau peristiwa dan pelanggaran yang dilakukan anggota TNI melalui media sosial.

"Untuk itu, saya perintahkan kepada prajurit dan PNS agar melaksanakan aturan tersebut karena jika melanggar aturan tersebut maka akan dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin dan dapat ditindak sesuai peraturan yang berlaku," kata Kolonel Widodo.

Sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/ini-hal-hal-yang-dilarang-dilakukan-anggota-tni-di-media-sosial.html

Cara Mencapai Perwira

PERWIRA


Perwira (Bahasa Inggris: Officer) adalah anggota tentara/polisi yang berpangkat di atas bintara yaitu dari Letnan Dua/Inspektur Polisi Dua sampai ke atas hingga Jenderal.[1] Golongan kepangkatan Perwira mengacu kepada mereka yang mempunyai otoritas atau kewenangan di instansi militer, penegakan hukum (kepolisian), atau instansi berseragam lainya untuk bisa memberi perintah operasional kepada anggota sebagai pimpinan.

Pada umumnya, perwira memegang peringkat yang lebih tinggi daripada bintara, memiliki tanggung jawab yang lebih legal berupa komisi, dibayar lebih, dan sering memiliki lebih banyak pelatihan non-militer seperti ijazah universitas dan pendidikan sains atau sosial. Perwira umumnya menerima pelatihan kepemimpinan dan manajemen, selain pelatihan yang berkaitan dengan spesialisasi mereka dalam unit militer yang dijurusi. Beberapa militer di negara maju bahkan mewajibkan gelar sarjana sebagai prasyarat untuk komisi menjadi perwira, tetapi di TNI itu bukan suatu keharusan namun dianjurkan.

Golongan Perwira TNI 


 Di Tentara Nasional Indonesia, perwira terbagi dalam tiga golongan yaitu:

  1. Perwira Pertama (sering disingkat Pama) merupakan golongan pangkat perwira yang paling rendah, terdiri dari Letnan Dua, Letnan Satu dan Kapten.
  2. Perwira Menengah (sering disingkat Pamen) merupakan golongan pangkat perwira di antara perwira pertama dan perwira tinggi, terdiri dari Mayor, Letnan Kolonel dan Kolonel.
  3. Perwira Tinggi (sering disingkat Pati) merupakan golongan pangkat perwira yang paling tinggi, hal ini ditandai dengan pemakaian bintang di pundak. Masing-masing kecabangan militer memiliki istilah tersendiri, seperti TNI-AD menggunakan Jenderal, TNI-AL menggunakan Laksamana, dan TNI-AU menggunakan Marsekal.

Cara mencapai pangkat perwira di TNI

Di Tentara Nasional Indonesia terdapat beberapa macam cara untuk mencapai tingkatan perwira, yaitu:
  1. Melalui Akademi Militer masing-masing cabang, seperti Akmil untuk TNI-AD, AAL untuk TNI-AL dan AAU untuk TNI-AU. Kelulusan Akmil memperoleh pangkat perwira terendah, yaitu Letnan Dua.
  2. Berjenjang dari Bintara yang paling tinggi, yaitu Pembantu Letnan Satu, untuk kemudian menjalankan pendidikan di Sekolah Calon Perwira (Secapa) di masing-masing angkatan.
  3. Menjadi perwira karier yang memiliki ijazah profesi (Kedokteran, Farmasi, Psikologi), Sarjana (SI) dan Program Diploma III Negeri atau yang dipersamakan, sesuai jurusan/program studi yang ditentukan[2]
  4. Melalui Ikatan Dinas Pendek untuk di TNI-AU, dengan syarat-syarat:[2]
    1. Usia antara 18-22 tahun yang dihitung saat pembukaan Dikma.
    2. Lulusan SMU program IPA.
    3. NEM disesuaikan dengan rata-rata Nasional

    Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Perwira

 

 

Tanda Pangkat TNI AL Beserta Maknanya

Pangkat TNI Angkatan Laut (AL)

Pada tanda pangkat TNI AL memiliki jenjang kepangkatan yang terdiri dari tiga tingkatan.
TNI AL dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL). Armada Angkatan Laut sebagai kekuatan utama pasukan laut Indonesia memiliki dua armada terpisah. AL berada dalam satu komando lintas laut militer atau Kolinlamil. Berikut ini urutan kepangkatan atau tingkatan pangkat TNI AL.

Pangkat Kehormatan
Pangkat kehormatan TNI angkatan laut berupa pangkat laksamana besar dengan tanda bintang lima.

Perwira Tinggi
Terdapat empat tingkatan pangkat TNI AL perwira tinggi. Yang tertinggi adalah laksamana (laks.) yang merupakan sistem pangkat tertinggi TNI AL dengan tanda 4 bintang. Setelahnya ada pangkat laksamana madya (laksdya) dengan tanda 3 bintang, laksamana muda (laksda) dengan tanda 2 bintang serta laksamana pertama (laksma) dengan tanda 1 bintang.

Perwira Menengah
Terdapat 3 tingkatan pangkat TNI AL perwira menengah. Yang tertinggi adalah kolonel (kol.) dengan tanda 3 simbol. Setelahnya ada pangkat letnan kolonel (letkol) dengan tanda 2 simbol serta mayor (may.) dengan tanda 1 simbol.

Perwira Pertama
Terdapat tiga tingkatan pangkat TNI AL perwira pertama, yang tertinggi adalah kapten (kapt.) dengan tanda 3 garis. Setelahnya ada pangkat letnan satu (lettu) dengan tanda 2 garis serta letnan dua (letda) dengan tanda 1 garis.

Pangkat TNI Angkatan Laut (AL)

Bintara Tinggi
Terdapat dua nama-nama pangkat TNI AL bintara tinggi yakni pembantu letnan satu (peltu) dengan tanda 2 garis bergelombang serta pembantu letnan dua (pelda) dengan tanda 1 garis bergelombang.

Bintara
Terdapat empat nama-nama pangkat TNI AL bintara yakni sersan mayor (serma) dengan tanda 4 garis panah, sersan kepala (serka) dengan tanda 3 garis panah, sersan satu (sertu) dengan tanda 2 garis panah serta sersan dua (serda) dengan tanda 1 garis panah.

Tamtama Kepala
Terdapat tiga jabatan TNI AL tamtama kepala yakni kopral kepala (kopka) dengan tanda 3 garis panah biru, kopral satu (koptu) dengan tanda 2 garis panah biru serta kopral dua (kopda) dengan tanda 1 garis panah biru.

Tamtama
Terdapat tiga jabatan TNI AL tamtama yakni kelasi kepala (KLK) dengan tanda 3 garis biru, kelasi satu (KLS) dengan tanda 2 garis biru serta kelasi dua (KLD) dengan tanda 1 garis biru.


Sumber : https://hot.liputan6.com/read/4032552/ini-tanggapan-guru-pesantren-soal-enzo-allie-yang-diduga-terpapar-radikalisme

 

Tanda Pangkat TNI AU Beserta Maknanya

Pangkat TNI Angkatan Udara (AU)

TNI Angkatan Udara atau disingkat TNI AU merupakan Pangkat Kehormatan untuk TNI Angkatan Udara yaitu berupa pangkat Masekal Besar dengan tanda bintang lima.
Pada TNI AU dipimpin oleh kepala Staf Angkatan Udara (KASAU). Angkatan Udara juga membagi kekuatan utamanya dalam dua komando operasi. Komando operasi pertama berada di Halim Perdanakusuma Jakarta (Koops AU I) dan komando operasi kedua (Koops AU II) terletak di Makassar.

Perwira Tinggi
Tanda pangkat TNI AU terdiri dari empat jenjang pangkat ditingkatan Perwira Tinggi TNI AU meliputi Marsekal atau disingkat Mars yang merupakan sistem pangkat tertinggi TNI AU dengan tanda empat bintang. Kemduian yang kedua yaitu pangkat Marsekal Madya atau disingkat Marsdya dengan tanda tiga bintang.
Selanjutnya yang ketiga yaitu Marsekal Muda atau disingkat Marsda atau disingkat Marsma dengan tanda dua bintang dan yang terakhir yaitu Marsekal Pertama atau disingkat Marsma dengan tanda satu bintang.

Perwira Menengah
Tanda pangkat TNI AU Perwira Menengah terdiri dari tiga pangkat di tingkatan Perwira menengah TNI Angkatan Darat meliputi yang tertinggi yaitu kolonel atau disingkat Kol.
Untuk pangkat Letnan Kolonel diberikan tanda tiga simbol. Kemudian yang ke dua yaitu Letnan Kolonel atau disingkat Letkol dengan tanda dua simbol dan yang terakhir yaitu Mayor atau disingkat May dengan tanda satu simbol.

Perwira Pertama
Terdiri dari tiga pangkat di tingkatan Perwira Pertama TNI AU meliputi Kapten atau disingkat Kapt dengan tanda tiga garis. Kemudian yang ke dua yaitu Letnan Satu atau disingkat Lettu dengan tanda dua garis dan yang terakhir yaitu Letnan dua atau disingkat Letda dengan tanda satu garis.

Pangkat TNI Angkata Udara (AU)

Bintara Tinggi
Terdiri dari dua pangkat di tingkatan Bintar Tinggi AU meliputi Pembantu Letnan Satu atau disingkat Peltu dengan tanda dua garis dan Pembantu Letnan Dua atau disingkat Pelda dengan tanda satu garis.

Bintara
Terdiri dari empat pangkat di tingkatan Bintara yang meliputi Sersan Mayor atau disingkat Serma dengan tanda empat garis panah. Kemudian yang kedua Sersan Kepala atau disingkat Serka dengan tanda tiga garis panah.
Selanjutnya yaitu Sersan Satu atau disingkata Sertu dengan tanda dua garis panah dan yang terakhir yaitu Sersan dua (Serda) dengan tanda satu panah.

Tamtama Kepala
Tamtama Kepala terdiri dari dari tiga pangkat di tingkatan. Tamtama Kepala meliputi Kopral Kepala atau disingkat Kopka dengan tanda tiga panah merah. Kemudian yang kedua yaitu Kopral Satu atau disingkat Koptu dengan tanda dua panah merah dan yang terakhir yaitu Kopral dua atau disingkat Kopda dengan tanda satu panah merah.

Tamtama
Terdiri dari tiga pangkat di tingkatan Tamtama TNI AU yang meliputi Prajurit Kepala atau disingkat Praka, dengan tanda tiga garis merah. Selanjutnya laitu Prajurit Satu atau disingkat Pratu, dengan tanda dua garis merah dan yang terakhir yaitu Prajurit Dua atau disingkat Prada dengan tanda satu garis merah.


Sumber : https://hot.liputan6.com/read/4022811/tanda-pangkat-tni-beserta-maknanya-bisa-dipahami-dengan-mudah

 

Tanda Pangkat TNI AD Beserta Maknanya

Tanda pangkat TNI memiliki tingkatannya sendiri sesuai dengan fungsinya. Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan angkatan militer dari Indonesia. TNI terdiri dari tiga angkatan bersenjata antara lain Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan udara (AU).

TNI memiliki struktur tingkatan pangkat dari pangkat yang tertinggi yaitu Perwira hingga pangkat yang paling rendah yaitu Tamtama. Bagi yang ingin masuk dan mendaftar militer, minimal harus mengetahui susunan dan lambang pangkat TNI dari yang terendah hingga tertinggi.
Berikut ini Liputan6.com, Jumat (26/7/2019) telah merangkum dari berbagai sumber beberapa tanda pangkat TNI lengkap dengan penjelasannya.

Pangkat TNI Angkatan Darat (AD)

 

TNI Angkatan Darat atau disingkat TNI AD merupakan salah satu cabang angkatan perang yang merupakan salah satu bagian dari Tentara Nasional Indonesia yang bertanggung jawab pada operasi pertahanan di bagian darat dan dibentuk pada tanggal 15 Oktober 1945.
TNI Angkatan Darat atau TNI AD dipimpin oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Ada dua komandi utama untuk pertempuran di Angkatan Darat yaitu Kopassus dan Kostrad.
Selain itu, para prajurit dididik untuk menjadi tentara dengan dedikasi tinggi di Akademi Militer (Akmil), Secapa, Seskoad, dan Kodiklat. Tanda pangkat TNI AD tertinggi adalah Jenderal Besar.

Pangkat Kehormatan
 Pangkat Kehormatan TNI Angkatan Darat yaitu Pangkat Jendral Besar dan dilambangkan dengan bintang lima.

Perwira Tinggi
Dalam jenjang kepangkatan Perwira Tinggi Angkatan Darat terdiri dari empat kepangkatan. Pangkat yang tertinggi adalah Jendral atau disingkat Jend dan dilambangkan dengan empat bintang. Setelahnya ada pangkat Letnan Jendral atau disingkat Letjen dan dilambangkan dengan tiga bintang.
Kemudian pangkat dibawahnya adalah Mayor Jendral atau disingkat Mayjen dan diberi lambang 2 bintang. Kemudian yang terakhir adalah Brigadir Jendral atau disingkat Brigjen dan dilambangkan dengan satu bintang.

Perwira Menengah
Tanda pangkat TNI AD selanjutnya adalah Perwira Menengah. Terdapat tiga pangkatan dalam tingkat Perwira Menengah TNI AD. Pangkat yang tertinggi di tingkatan Perwira Menengah adalah Kolonel atau disingkat Kol dengan tanda tiga bunga. Pangkat yang ke dua adalah Letnan Kolonel atau disingkat Letkol dengan tanda dua bunga dan yang terakhir adalah Mayor atau disingkat May dengan tanda satu Bintang.

Perwira Pertama
Ada tiga tanda pangkat TNI AD ditingkat Perwira Pertama (Pama) meliputi Kapten atau disingkat kapt dengan tanda dua garis. Kemudian pangkat Letnan Satu atau disingkat Lettu dengan tanda dua garis. Yang terakhir adalah Letnan dua atau disingkat Letda dengan tanda satu garis.



Pangkat TNI Angkatan Darat (AD)

Bintara Tinggi
Terdapat dua pangkat di tingkatan Bintara Tinggi TNI AD meliputi Pembantu Letnan Satu atau disingkat Peltu dengan tanda dua garis bergelombang. Kemudian yang kedua adalah Pembantu Letnan Dua atau disingkat Letda dengan tanda satu garis bergelombang.
Bintara
Bintara terdiri dari empat pangkat di tingkatan. Bintara TNI AD meliputi Sersan Mayor atau disingkat Serma dengan tanda empat garis panah. Kemudian yang kedua yaitu Sersan Kepala atau disingkat Serka dengan tanda tiga garis panah. Selanjutya yang ketiga yaitu Sersan satu atau disingkat Sertu dengan tanda dua garis panah dan yang terakhir yaitu Sersan Dua atau disingkat Serda.
Tamtama Kepala
Terdiri dari tiga pangkat ditingkatan Bintara TNI AD meliputi Kopral Kepala atau disingkat Kopka dengan tanda 3 garis panah merah. Kemudian yang kedua adalah Kopral Satu atau disingkat Koptu dengan tanda dua garis panah merah dan yang terakhir adalah Kopral dua atau disingkat Kopda dengan tanda satu garis panah merah.
Tamtama
Terdiri dari tiga jenjang pangkat di tingkatan Tamtama TNI AD melipui Prajurit Kepala atau disingkat Praka dengan tanda tiga garis merah. Kemudian yang kedua yaitu Prajurit Satu atau disingkat Pratu dengan tanda dua garis merah dan yang terakhir yaitu Prajurut Dua atau disingkat Prada dengan tanda satu garis merah.

Sumber : https://hot.liputan6.com/read/4022811/tanda-pangkat-tni-beserta-maknanya-bisa-dipahami-dengan-mudah

Apa itu Pedang Pora, Sangkur Pora dan Hasta Pora

Pernikahan Pedang Pora



Upacara pedang pora akan kamu temui setiap kali menghadiri acara pernikahan anggota militer. Decak kagum akan terlihat pada sebagian besar tamu yang hadir dan melihat prosesi ini. Bagaimana keindahan dari keseragaman dan solidaritas menambah warna lain pada hari pernikahan.
Pedang pora berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang memang menjadi tradisi pernikahan bagi perwira militer sebagai tanda melepas masa lajangnya. Upacara ini diiringi rangkaian pedang berbentuk gapura yang dibentuk dari hunusan pedang rekan-rekan sang perwira atau adik angkatan mempelai pria.
Pedang Pora ini pun tidak hanya dilakukan untuk lulusan Akmil, tetapi juga anggota AAU, AAL, Akpol, serta seluruh perwira pria baik itu Sepawamil, IDP, Semapa PK, dan Secapa Reguler. Singkat kata, upacara Pedang Pora hanya boleh dilakukan oleh seorang yang aktif dalam militer maupun Kepolisian, TNI, ABRI, AD, AL, ataupun AU.
Namun upacara pedang pora ini hanya boleh dilakukan sekali seumur hidup. Dalam artian jika telah menjadi duda dan menikah lagi maka tidak akan dilakukan upacara Pedang Pora. Satu hal lagi nih, upacara Pedang Pora pun tidak dilakukan di pernkahan perwira wanita, kecuali jika perwira wanita itu menikah dengan perwira pria.
Berbeda halnya lagi dengan Bintara dan Tamtama. Di hari pernikahan mereka tidak ada upacara Pedang Pora. Namun mereka tetap melakukan suatu prosesi mirip Pedang Pora yang diberi nama Hasta Pora. Acara tersebut dimaksudkan untuk menghormati rekan mereka yang melepas masa lajangnya. Pada Hasta Pora ini gapura dibentuk oleh tangan yang menunjuk lurus ke atas menyerupai Pedang Pora pada umumya.

http://thebridedept.com/prosesi-pedang-pora/

Sangkur Pora 

 

Acara sakral ini berjalan dengan penuh hikmat dan lancar. Kokam adalah satuan Khusus yang dibentuk oleh Pemuda Muhammadiyah pada tahun 1965 untuk melawan pemberontakan PKI, saat itu Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dipimpin oleh Ketua Umumnya adalah almarhum Lukman Harun, yang kemudian memerintahkan HS Projokusumo yang saat itu adalah Wakil Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, yang kebetulan juga adalah perwira di Kesatuan RPKAD nama awal Kopassus,
HS Projokusumo, pada saat itu masih berpangkat Letkol RPKAD yang akhirnya membentuk Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) yang dilatih langsung oleh RPKAD, bahkan di awal-awal pembentukannya anggota Kokam disinyir banyak diisi oleh kader-kader Muhammadiyah yang berasal dari RPKAD.

https://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/kabar/17/09/17/owfck3283-upacara-sangkur-pora-iringi-pernikahan-anggota-kokam


Hasta Pora 



Bagi yang belum tau Hasta Pora ini penjelasanya, Hasta Pora adalah suatu acara yang mirip pedang pora, dengan maksud untuk menghormati rekan yang melepas masa lajang yang dibentuk dari penghormatan tangan, jadi pedang diganti dengan tangan yang lurus ke atas seperti pedang pora pada umumnya.Namun Hasta pora ini tidak ada dalam upacara pernikahan bintara Polri. Pedang pora adalah salah satu prosesi khusus dalam pernikahan yang dilakukan oleh seorang yang aktif dalam militer baik dari Kepolisian, Tentara Republik Indonesia (TNI), Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI), Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), atau
Angkatan Udara (AU).

Selain bertujuan untuk memperkenalkan sang mempelai wanita kepada dunia angkatan bersenjata.
Pedang pora / Hasta Pora adalah sebuah tradisi wajib yang telah dilakukan secara turun-menurun di dunia militer.
dengan mempunyai makna dibalik simbol dan ritual pedang pora maupun hasta pora, antara lain melambangkan solidaritas,
persaudaraan,dan  permohonan perlindungan pada Tuhan YME, jajaran pedang/tangan  dalam pedang pora / hasta pora yang membentuk gapura ketika di lewati kedua mempelai menggambarkan saat di masukinya pintu gerbang kehidupan rumah tangga yang baru.

http://realbrim.blogspot.com/2017/02/hasta-pora.html